Slider

Review Honda

SUV

Sedan

2 Rows

3 Rows

Premium

News

Bagaimana Performa Honda Civic Type-R Anyar Dibandingkan dengan Pendahulunya?


Beberapa waktu yang lalu, Honda secara resmi membuka selubung varian full model change dari hatchback sporty andalannya, All-New Honda Civic Type-R.

Tak heran, banyak yang menanti kehadiran varian tertingginya, yaitu Honda Civic Type-R, dengan mengusung jantung penggerak 2.0 liter turbo.

Begitu keluar dari pabriknya, dapur pacu milik Civic Type-R dibekali dengan tenaga sebesar 316 hp dan torsi sebesar 295 lb-ft dikirim ke roda depannya eksklusif melalui transmisi manual 6 kecepatan.

Namun, Honda Civic Type-R tak sendirian, karena dalam sejarahnya, model hatchback kencang ini sudah hadir dalam beberapa generasi, sehingga memiliki banyak penggemar.

Akun youtube CarWow mencoba untuk memperbandingkan beberapa generasi Civic Type-R dalam beberapa uji coba. Dan karena keduanya merupakan mobil dengan agility dan kelincahan serta kelebihan di sisi grip dan akselerasi awal, mereka bakal diuji di track pendek namun penuh tikungan.

Honda Klaim CR-V Sebagai SUV Terbaik Sepanjang Masa


Model terbaru Honda CR-V yang diluncurkan pada April 2017 mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan model tersebut hingga dua kali lipat dibanding 2016, yaitu dari 7.853 unit menjadi 15.905 unit di tahun 2017. 

Jumlah penjualan 2017 semakin memantapkan posisi Honda CR-V sebagai SUV dengan jumlah penjualan tertinggi sepanjang masa di Indonesia. 

Generasi pertama Honda CR-V diluncurkan di Indonesia pada 2000 dan hingga kini telah mencatat total penjualan terbanyak di kelasnya, yakni 188.281 unit. Sebagai model global, Honda CR-V juga telah tercatat sebagai produk SUV terlaris di berbagai negara. 

Salah satunya, Honda CR-V merupakan SUV dengan penjualan tertinggi di Amerika Serikat selama 20 tahun berdasarkan total penjualan kumulatif sejak tahun 1997 hingga September 2017. Hingga saat ini, Honda CR-V telah dipasarkan di 130 negara dengan penjualan lebih dari 8,7 juta unit di seluruh dunia.

Generasi kelima Honda CR-V untuk pertama kalinya memperkenalkan varian yang mengusung mesin 1.5 Liter DOHC Direct Injection VTEC Turbo with Earth Dreams Technology yang menghasilkan tenaga maksimal 190 PS pada 5600 rpm. Sekaligus torsi maksimal 24.8 Nm pada 2000-5000 rpm sebagai yang terbesar di kelasnya.

Mesin VTEC Turbo adalah penyempurnaan dari versi konvensional, di mana mesin memanfaatkan gas buang untuk memadatkan udara masuk ke dalam cylinder head. Sehingga kemampuan pembakaran meningkat dan menghasilkan tenaga maksimal dengan bahan bakar efisien. 

Sejak diperkenalkan di Indonesia, Honda CR-V juga telah meraih banyak penghargaan, termasuk dinobatkan sebagai Car of The Year 2017 oleh Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT). Selain diakui di tingkat nasional, Honda CR-V juga mendapatkan penghargaan di beberapa negara, di antaranya 2017 Wardsauto Award for High Quality Interior di Australia, Car of the Year dari Carsifu di Malaysia dan Utility Vehicle of the Year dari Autoguide di Amerika.

Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy mengatakan, sejak generasi pertama hingga generasi kelima, Honda CR-V telah diakui sebagai mobil global yang memiliki reputasi sangat baik di seluruh dunia. "Karena menawarkan desain tangguh namun penuh gaya, teknologi terdepan di kelasnya, hingga mesin dengan tenaga besar tapi tetap efisien. Kehadiran Honda CR-V di Indonesia merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan produk SUV kelas dunia," papar Jonfis Fandy dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/1/2018).

Dia pun merasa bersyukur bahwa model ini mendapatkan sambutan baik oleh konsumen di Indonesia seperti halnya di berbagai negara lainnya.

Begini Wujud HR-V Edisi 2018, Mukanya Mirip Accord


Wujud HR-V edisi 2018 akhirnya makin nyata setelah Honda merilis beberapa gambar. Jika melihat dengan saksama, perubahan hanya bersifat minor alias ringan.

Dilansir Paultan, Jumat, 26 Januari 2018, Jepang direncanakan menjadi negara pertama yang mendapat jatah HR-V facelift. Debut akan dilakukan perdana pada 15 Februari 2018.

Laporan juga menyebut, HR-V edisi terbaru akan dirilis di Malaysia setelah kemunculannya di Jepang.

HR-V edisi 2018 mengusung perubahan pada palang krom tebal di bagian depan. Dengan penampilan tersebut, wajahnya terlihat mirip dengan Accord dan Civic.

Semakin mirip setelah HR-V juga ditanamkan lampu LED yang turut digunakan pada Civic. Sementara itu, pembaruan lain, ada pada bagian atas gril.

Pembaruan juga meliputi bagian air intake serta sekeliling lampu kabut yang lebih lebar. Tetapi, berdasarkan gambar yang sebelumnya bocor, akan ada varian yang lebih rendah, kemungkinan hanya akan mendapat lampu halogen.

Untuk kelengkapan, semua varian yang akan dijual di Jepang bakal didatangkan dengan paket keselamatan Honda Sensing. Diduga pula setelah peluncuran di Jepang, HR-V terbaru bakal turut mendarat di Indonesia. Kita tunggu saja.

Honda BRIO




Honda Brio didatangkan utuh (CBU) dari Thailand oleh Honda Prospect Motor 2012 silam. Mesinnya 1,3-liter kala itu, dengan pilihan transmisi manual dan otomatis. Tahun 2014, Honda memutuskan merakitnya secara local (CKD) dan mulai bermain dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC) melalui senjata adalannya, Brio Satya. Mesin L13 diganti L12 yang sedikit lebih kecil kapasitas dengan fitur juga sedikit lebih lengkap dari versi CBU.

Di tengah kompetisi berat antar sesama LCGC, Satya mampu menunjukkan berbagai keunggulan. Mulai dari mesin terbesar (1,2-liter 4-silinder), performa terbaik, impresi berkendara paling menyenangkan dan tak kalah irit dari para pesaingnya bermesin 3-silinder. Namun sayang, tidak ada opsi transmisi otomatis untuk Satya saat itu.

Perubahan penting pun dilakukan Honda untuk seluruh varian Honda Brio, tepatnya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016. Penyegaran bagian wajah diikuti penggantian desain dasbor sama seperti milik Mobilio. Paling signifikan, penggunaan CVT sebagai pilihan menggantikan transmisi otomatis konvensional. Tidak ada lagi varian Brio bermesin 1,3-liter, sehingga konsumen harus menerima pilihan satu mesin 1,2-liter saja. Untuk Brio non-LCGC, namanya berubah menjadi Brio RS dengan tampilan lebih sporty.

Brio RS terdiri dua varian, tipe transmisi manual dan CVT. Perbedaan dengan Brio LCGC atau Satya tidaklah banyak. Dari sisi mekanis, bahkan tidak ada beda sama sekali. Sama-sama menggendong mesin L12B 4-silinder 1,2-liter dan transmisi manual maupun CVT. Honda hanya membedakan RS dengan memberi setelan suspensi lebih keras agar pengendalian semakin baik. Tampilan dibedakan headlamp projector, side skirt dan garnish di kaca belakang. Penggunaan pelek ring 15-inci dengan ban 185/55 lebih besar dari Satya yang hanya berukuran 175/65 R14.

Di ajang GIIAS 2017, Honda memberikan sedikit perubahan pada BRio RS bertransmisi CVT, dengan menambahkan garnish di bagian bawah depan dan belakang. Untuk membedakan lebih lanjut, mobil ini tersedia dalam pilihan warna Phoenix Orange Pearl. Kelir ini terinspirasi dari warna Honda Jazz terbaru. Selain itu, namanya pun ditambahkan menjadi Honda Brio RS Special Edition.

Dan yang menarik, HondaBrio ternyata masih memanen penjualan yang tinggi sepanjang tahun 2017 ini. Baik itu untuk LCGC Brio Satya, maupun Brio RS yang lebih mahal. 

Interior & Fitur
Penyegaran tahun lalu, turut mengubah desain dasbor Brio sama seperti Mobilio dan BR-V. Secara kualitas mengalami peningkatan dari model sebelumnya. Tapi plastik kasar dan tipis, tak menutup kesan murahan. Warna hitam mendominasi kabin Brio RS. Sementara Brio Satya, memadukan hitam di dasbor dan beige di jok.

Posisi mengemudi Brio paling mantap bila dibandingkan dengan LCGC lain. Meski model headrestnya menyatu, tidak terlalu mengganggu, posisi bahu, punggung hingga paha dapat tersangga dengan baik. Kelegaan kabin cukup mengejutkan bila melihat sosoknya yang mungil. Ruang kaki dan kepala cukup berlimpah untuk semua penumpang, walau harus mengorbankan bagasi yang teramat kecil. Untuk berkendara dalam kota yang tidak membutuhkan bawa barang banyak, tidak menjadi masalah sama sekali.

Eksterior
Desain wajah lebih mudah diterima karena mencerminkan karakter sporty dan dinamis, apalagi setelah bemper depan berganti dengan model seperti bemper Mobilio. Dimensi Brio sangat kompak dan cocok sekali menyelinap di tengah kepadatan lalu lintas.

Pengendalian & Pengendaraan
Bantingan Honda terkenal keras tapi stabil. Image yang terbangun tentang karakter suspensi Honda dapat juga dirasakan di Brio. Tidak terlampau kaku, per dan shock absorber masih memberikan rebound yang wajar. Konstruksi suspensi tergolong umum yaitu, MacPherson Strut di depan dan torsion beam di belakang. Pergerakan kemudi diikuti respon cepat roda untuk menghasilkan kelincahan yang mengasyikkan. Tapi harap hati-hati saat melewati jalanan rusak. Karena ground clearance pendek, kerap membuat kolong mobil beradu dengan permukaan jalan.

Mesin & Konsumsi BBM
Seluruh varian Brio dibekali mesin sama, L12 4-silinder 1,2-liter. Tenaga 90 PS dan torsi 110 Nm terbilang sangat cukup untuk pemakaian dalam kota. Sekarang sudah dipasangkan dengan transmisi otomatis CVT, yang memberikan kehalusan berkendara dan efisiensi bahan bakar lebih baik. Layaknya mesin berkapasitas kecil, terasa kekosongan tenaga di putaran rendah. Tenaganya baru terasa mulai dari 2.000 rpm hingga menjelang torsi puncak di 4.800 rpm.

Rasio CVT yang berubah-ubah, menjamin putaran mesin sesuai dengan rasio gigi yang tepat. Itulah mengapa perpindahan giginya tidak terasa. Konsumsi bahan bakar hasil dari pengujian kami mencapai 13,1 km/liter untuk rute dalam kota yang lumayan padat. Sedangkan pengujian luar kota didapat angka 23,8 km/liter.

Pengereman
Sistem rem ABS baru ada di Brio Satya tipe E CVT hingga Brio RS. Satya tipe S dan E M/T belum dilengkapi sistem ini, melainkan hanya berpaku pada dua airbag saja. Untuk mengurangi resiko kemalingan, sudah ada immobilizer dan alarm. Sebagai mobil yang masuk kategori murah, fitur keselamatan tergolong cukup dan sesuai apa yang dibutuhkan.

MESIN



Brio Satya S
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm


Brio Satya E
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm


Brio Satya E CVT
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm


Brio RS
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm



Brio RS CVT
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm



Brio RS CVT Special Edition
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum



GALERI





INFORMASI PENJUALAN HUBUNGI :


Honda Mobil Jogja

TITO

Marketing Executive Honda Tugu Jogja





Pin BB : 2AEA9117

Honda JAZZ





Hatchback memang tak pernah dipandang sebelah mata oleh Honda Indonesia. Sejak era 70an Honda sudah bermain di kelas ini. Honda Life, Honda Civic, Honda Estillo adalah model-model kendaraan kompak pemikat mata dengan keatraktifannya. Di generasi modern ini, ketika Civic sudah menjadi barang premium, mereka memperluas lagi jangkauannya dengan Jazz dan Brio.

Jika Brio saja sudah mencukupi kebutuhan masyarakat akan sebuah city car hatchback yang reliabel, dan harga terjangkau maka Jazz pun ditempatkan bukan sebagai pemenuh portfolio saja. Ia hadir sebagai sebuah opsi hatchback yang memiliki keunggulan bak sebuah MPV. Bahkan kami sepakat menyebutnya sebagai Mini MPV.

Dari portofolio Honda, Jazz memang ditahbiskan sebagai sebuah Hatchback. DNA hatchback yang memiliki komposisi sedan dengan buritan yang terpangkas adalah sebuah identitas yang tak dapat dipungkiri.

Akomodasi dan kepraktisan tingkat tinggi adalah poin penting yang perlu digaris bawahi jika Anda melirik model ini. Salah satu fitur unggulan Jazz yang tak dimiliki kompetitornya juga adalah headunit super besar dengan ukuran 8 inci. ya 8 inci, artinya lebih besar 2-3 inci dari rata-rata ukuran headunit mobil-mobil di Indonesia. Fitur yang diusungnya terbilang baik. Koneksi bluetooth, touch screen, phone mirroring via HDMI dan bluetooth, dan pemutar berbagai peranti. Sayangnya, meski konektivitasnya lumayan, belum ada GPS terintegrasi di headunit ini.

Fitur lain yang juga hanya bisa Anda nikmati di Jazz adalah Cruise Control. Dengan harga mobil yang hanya RP 272,5 Juta (OTR Jakarta) tak sering bisa Anda dapatkan fitur pengatur kecepatan konstan ini di kendaraan.

Karena bisa dikendarai dengan konstan, artinya tak sulit menjaga efisiensinya. Menciptakan figur konsumsi bahan bakar di level 12 km/liter saat berada di tengah kota bukan hal yang sulit untuk siapapun. Tapi ini dengan bobot yang diangkut hanya sekitar 150 kg. jika Anda menambah penumpang lebih banyak tentu hasilnya akan berbeda. Di moda luar kota, melengganglah dengan kecepatan konstan dan aplikasikanlah Cruise control, maka efisiensi bisa dipandu dengan baik. Mencipta angka efisiensi di kisaran 17,5 km/liter juga mudah tercipta lantaran putaran mesinnya di level 100 km/jam hanya 1.900 RPM.

Adanya paddle shift di balik lingkar kemudi juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan efek perpindahan gigi. Sayangnya Jazz hanya memiliki manipulasi perpindahan gigi sebanyak 6 tingkat percepatan. Berbeda dengan HR-V yang mencapai 7-percepatan.

Interior & Fitur
Menilik bagian interior, suasana kabin yang lagi-lagi modern dan futuristik dipajang. Layout dasbor yang bertumpuk dan mengunakan aksen berkombinasi dan padanan material softpad dengan plastik keras serta sentuhan piano black menjadikan siapapun tak mudah bosan berada di kabinnya.

Interior Jazz pun tak hadir dengan desain yang driver orlayaknya sebuah MPV yang mementingkan visibilitas sempurna bagi semua penumpang terhadap dasbor dan headunit besar di depannya.

Secara keseluruhan, Jazz lebih layak menyandang deskripsi sebuah MPV 7-seater yang kehilangan buntutnya.

Honda memilih menghadirkan kabin yang lapang bak MPV 5-seater. Dengan ruang yang lapang tersebut, Anda akan memiliki keleluasaan untuk mengatur konfigurasi tempat duduk. Kualitas ini membuatnya tak berlebihan disebut sebagai Mini MPV, dengan pemangkasan bangku baris ketiga.

Misalnya saja jika Anda ingin membawa barang yang tinggi, sebut saja dispenser air. Saking tingginya objek ini tak akan bisa diletakkan berdiri di bagasi, maka ada opsi untuk menaruhnya di bangku baris kedua. Dengan cara melipat bangku baris kedua yang disebut Ultra Seat, tercipta ruang dengan ketinggian optimal. Hal ini dimungkinkan karena Honda telah memindahkan posisi tangki bensin yang biasanya ada di bawah bangku penumpang belakang. Sehingga bisa diciptakan ruang lebih karenanya.

Keleluasaan untuk duduk, juga dapat terasa di bangku penumpang belakang. Revisi besar-besaran bisa disajikan. Hal ini lantaran dipanjangkannya rentang wheelbase dari semula 2.500 mm menjadi 2.530 mm. 30 mm pada wheelbase sangatlah berarti karena seluruh rancang bangun mobil bisa disesuaikan dengan leluasa. Dimensi pun membesar di berbagai sudut, bahkan tingginya pun bertambah. Jadi, ruang kepala pun terasa lapang di semua sisi.

Kenyamanan juga ditopang oleh bangku dengan ketebalan busa yang sangat baik. Tak hanya tebal, bagi penumpang dan pengemudi di depan, sandaran punggung dibuat sangat besar untuk menopang seluruh tubuh agar tak mudah lelah.

Kapabilitas MPV juga tercermin dari luasnya bagasi yang dimiliki Jazz. Dalam kondisi standar, ia memiliki daya angkut hingga 363 liter, masih kurang? Silahkan bermain dengan jok Jazz karena mudah disesuaikan agar mobil bisa mengangkut beragam barang. Ini adalah satu lagi alasan kami menyebutnya Mini MPV.

Sedikit catatan kami temukan dalam sektor kepraktisan. Ruang-ruang saku penyimpanannya tak ada yang cukup besar. Misalnya saja konsol tengah di antara penumpang depan, meski cukup dalam, namun lebarnya tak terlalu besar. Saku lainnya pun demikian, misalnya glove box di depan, ruangnya tak terlalu besar.

Eksterior
Salah satu variabel penting yang perlu disajikan dalam menarik perhatian masyarakat di segmen hatchback adalah desain atraktif, untuk membuat kendaraan sebagai bagian dari identitas kaum muda, yang menuntut bentuk yang enak dilihat, dinamis, modern.

Di bagian muka, Anda mendapatkan tampang yang segar dari Honda Jazz generasi terbaru. Versi faccelift yang baru meluncur bahkan terlihat lebih sportif di semua varian, terutama RS.

Dari sisi, guratan yang sangat berkarakter membentuk garis bahu yang membentang hingga buritan. Mungkin bagian buritannya terkesan konvensional dan tak sekeren kompetitornya, dengan papasan bokong yang sangat tegak, tapi ini demi keunggulannya di parameter lain. Kepraktisan. Toh dari belakang ia masih atraktif bekat aksen lampu yang futuristik.

Tipe RS memang memiliki tampilan paling atraktif di antara tipe lainnya. Bukan saja karena aksara RS namun juga desain bumper yang lebih sporti terdapat di varian ini. Tipe paling standar berada di varian S Manual yang hadir tanpa LED positioning yang menyandingi foglamp. Velg paling sporti pun ada di tipe RS dengan diameter lebih besar, pun dengan roof spoiler.

Di bagian luar, ada satu fitur penting yaitu lampu utama tipe di RS sudah berbasis LED (light emitting diode) yakni sistem lampu hemat energi yang berbasis dioda. Lampu inipun sudah dilengkapi dengan auto levelling yang bisa menyesuaikan ketinggian sorot lampu saat berada di medan yang variatif. Meski belum dilengkapi dengan pencahayaan otomatis, namun LED sudah terbilang canggih. Tipe lainnya memiliki lampu dengan sistem halogen tanpa pengaturan auto levelling.

Pengendalian & Pengendaraan
Besarnya rancang bangun Jazz membuat Honda bisa menyajikan ruang pandang terbaik untuk semua penumpang utamanya pengemudi. Bahkan demi mempertahankan desain Jazz dengan pilar A yang tebal, mereka memilih menyajikan kaca tambahan di sisi depan mobil di bawah pilar A. Adanya kaca ini membuat visibilitas pengemudi meningkat tanpa harus mengurangi estetika desain Jazz.

Efek pembesaran bodinya akan sangat terasa oleh pengemudi. Saat membawanya, Anda tak akan merasakan membawa mobil kompak seperti Mazda2, namun seperti melenggangkan sebuah MPV minus buntut. Buat yang tak masalah dengan dimensi, hal ini bukanlah problema, namun sebuah keuntungan. Tapi jika Anda mengharapkan mobil yang teramat kompak, maka silahkanlah melirik ke arah lain. Sebab ketika dikendarai, sangat terasa Anda sedang membawa mobil berbodi bongsor. Meski demikian, semua itu tentu tak disertai dengan body roll. Anda bisa percaya diri membesutnya di tikungan tajam dengan kecepatan menengah. Namun begitu memasuki jalan sempit, silahkan rasakan betapa lebarnya Jazz dengan dimensi 1.694 mm.

Tapi kenyamanan berkendara Jazz memang ditingkatkan. Suspensinya begitu sigap meredam benturan dari jalan yang tak rata. Pun dengan putaran roda kemudi. Pada generasi ini Jazz sudah dilengkapi dengan Electric Power Steering (EPS) yang mengandalkan motor elektrik sebagai penyalur gerakan kemudi dari setir ke roda. Meski terasa tak komunikatif, namun bagi Anda yang membutuhkan kemudahan menggerakkan kemudi saat parkir, ini adalah nilai plus. Apalagi di kaki-kaki tersemat roda dengan velg alloy berdesain baru dengan lingkar 16 inci. Roda ini dibalut ban 185/55. Ban yang cukup lebar tersebut memberikan traksi yang baik bagi pengendaraan.

Mesin & Konsumsi BBM
Di balik kapnya, terdapat mesin L15A SOHC dengan kapasitas 1.5 liter bertenaga 120 PS alias terbesar di kelasnya. Dipadankan dengan sistem pengaturan klep variabel yang cerdas i-VTEC, maka menjaga efisiensi sekaligus mendapatkan performa bukanlah hal mustahil.

Parameter lain yang bisa diapresiasi adalah kembalinya transmisi CVT sebagai penyalur tenaga berskema otomatis. Keberanian Honda ini tentu bukan tanpa alasan, mereka berhasil meracik CVT dengan embel-embel Earth Dreams Technology yang menyajikan penyaluran tenaga penuh performa tanpa perlu mereduksi kenyamanan dengan adanya perpindahan gigi.

Alhasil, Anda bisa melenggangkan Jazz dengan putaran mesin yang relatif konstan, artinya? Efisiensi mudah dijaga.

MESIN



Honda Jazz (M/T)
-
Tipe
1.5L 4 Silinder Segaris, 16 Katup + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 89,4mm
Isi Silinder
1497
Perbandingan Kompresi
10,3:1
Daya Maksimum
120PS / 6.600rpm
Momen Puntir Maksimum
145Nm / 4.600rpm


Honda Jazz (CVT)
-
Tipe
1.5L 4 Silinder Segaris, 16 Katup + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 89,4mm
Isi Silinder
1497
Perbandingan Kompresi
10,3:1
Daya Maksimum
120PS / 6.600rpm
Momen Puntir Maksimum
145Nm / 4.600rpm



Honda Jazz RS (M/T)
-
Tipe
1.5L 4 Silinder Segaris, 16 Katup + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 89,4mm
Isi Silinder
1497
Perbandingan Kompresi
10,3:1
Daya Maksimum
120PS / 6.600rpm
Momen Puntir Maksimum
145Nm / 4.600rpm



Honda Jazz RS (CVT)
-
Tipe
1.5L 4 Silinder Segaris, 16 Katup + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 89,4mm
Isi Silinder
1497
Perbandingan Kompresi
10,3:1
Daya Maksimum
120PS / 6.600rpm
Momen Puntir Maksimum
145Nm / 4.600rpm




GALERI





INFORMASI PENJUALAN HUBUNGI :


Honda Mobil Jogja

TITO

Marketing Executive Honda Tugu Jogja





Pin BB : 2AEA9117