Dealer Mobil Honda Tugu Jogja

Alamat Jl. HOS Cokroaminoto No. 157 A, Tegal Rejo, Yogyakarta, Telp. 081226823457 - 081931702999

Menu

Honda Menjawab Gugatan Kasus Kecelakaan Honda City B 61 GIT

Monday, June 1st 2015.
Rudi
Marketing Executive Honda Tugu Jogja
Pembelian Cash/Kredit dan Informasi Unit Mobil Honda Untuk Wilayah Jogja Dan Sekitarnya Silahkan Hubungi.
Telp :
081 226 823 457 (Telkomsel + WhatsApp)
081 931 702 999 (XL)
Pin BB : D6576A16
WhatsApp : 081 226 823 457

Kejadianya baru saja yaitu pada tanggal 4 Maret 2015, PT Honda Prospect Motor menerima sebuah gugatan yang sangat jarang kami terima yaitu atas kecelakaan lalu lintas Mobil Honda City tipe GM2 1.5 S A/T dengan nomor plat polisi B 61 GIT , kecelakaan ini terjadi pada
tanggal 29 Oktober 2012 di Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Dalam gugatan yang di terima Honda, Penggugat dengan nama Maringan Aruan, SE., Katanya kami melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan terhadap Konsumen karena airbag Mobil Honda City yang dimilikinya tidak mengembang dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

Alhamdulillah sehubungan masalah gugatan ini, akhirnya pada tanggal 19 Mei 2015, PT Honda Prospect Motor dapat menjawab tentang persoalan Gugatan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang meminta
Majelis Hakim untuk menolak atau setidak-tidaknya menyatakan Gugatan tidak dapat diterima berdasarkan alasan-alasan sebagai dibawah ini :

 

1. Tidak Ada Kerusakan/Cacat Produksi pada SRS Airbag Mobil Honda City

Bahwa pernyataan yang disampaikan oleh pihak penggugat yang menyatakan SRS Airbag pada Mobil Honda City mengalami
cacat produksi adalah tidak benar. Mobil Honda City telah melalui berbagai proses pengujian kendaraan bermotor, baik itu secara
internasional maupun yang berlaku di Indonesia. Selain hal itu, indikator yang terpasang pada mobil menunjukkan bahwa SRS Airbag berfungsi dengan baik dan tidak ada catatan gangguan dalam servis berkala di Service Center Dealer Resmi Honda,

Atas permintaan dan persetujuan Penggugat, Akhirnya dilakukan pengecekan mobil dengan plat polisi B 61 GIT oleh Honda Motor Jepang untuk mengetahui apakah SRS Airbag yang terpasang pada Mobil Honda City tersebut mengalami gangguan atau sebaliknya. Dan hasilnya SRS Airbag berfungsi dengan baik dan tidak ditemukan adanya cacat produksi.

 

2.Kecelakaan yang Dialami Penggugat Tidak Memenuhi Kondisi atau Prasyarat untuk yang Memicu Mengembangnya Airbag

Teknologi airbag pada mobil telah dirancang agar mengembang hanya pada kondisi-kondisi tertentu, ingat hanya pada kondisi tertentu. Karena jika mudah mengembang, airbag malah bisa membahayakan pengemudi

Untuk mobil Honda City, yang dapat memicu SRS Airbag untuk mengembang adalah tubrukan dengan kecepatan kendaraan 20-30 km/jam atau lebih terhadap benda kokoh yang tidak bergeser dan tidak hancur ketika terjadi tubrukan (misalnya dinding beton), dan jika tubrukan tersebut terjadi secara frontal atau dari arah depan kiri atau kanan dalam
sudut tidak lebih dari 30° (tiga puluh derajat). Sebaliknya, SRS Airbag tidak akan mengembang dalam kondisi-kondisi sebagai berikut:

– Mobil menabrak pagar, tiang, pilar atau benda lain yang akan mengalami pergeseran ketika tertabrak oleh mobil (bukan benda tidak bergerak, seperti dinding beton).
Proses air bag mengembang mobil honda jogja

– Mobil menabrak tiang listrik, pohon atau pilar tepat di tengah dari bagian depan mobil. Tubrukan dari arah depan kiri atau kanan dalam sudut lebih dari 30° (tiga puluh derajat).
Proses air bag mengembang mobil honda jogja 02

– Tubrukan dari arah samping, tubrukan dari arah belakang, maupun mobil terguling.

– Jika terjadi pada kondisi tersebut, energi yang diterima oleh sensor tidak cukup kuat untuk membuat SRS Airbag mengembang.
Berdasar fakta yang ada, Mobil Honda City yang dikendarai Anak Penggugat mengalami tubrukan awal dengan pagar pembatas jalan di Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan, yang mengakibatkan pagar pembatas jalan tercabut dan terbawa oleh bagian depan mobil. Tubrukan ini tidak memenuhi syarat SRS Airbag mengembang karena obyek yang ditabrak bukan benda kokoh yang tidak bergeser dan tidak hancur ketika terjadi tubrukan. Setelah menabrak pagar pembatas jalan, mobil kemudian melaju berlawanan arah hingga menabrak bagian pilar Rumah Makan Padang Karya Minang tepat pada bagian tengah dari depan mobil. Kondisi tersebut termasuk dalam kondisi kecelakaan yang tidak menyebabkan SRS Airbag mengembang.

 

3. Kerugian yang Diklaim Penggugat Tidak Disebabkan karena Airbag yang Tidak Mengembang

SRS Airbag pada Honda City yang dipermasalahkan tidak mengalami gangguan/cacat produksi. Selain itu, teknologi G-CON dan ACE™ pada mobil tersebut telah bekerja dalam meredam energi benturan yang terjadi sehingga kabin mobil tetap utuh.G force
Meskipun demikian, sebaik apapun perangkat keamanan yang dipasang dalam kendaraan, tetap saja tidak menjamin 100% bahwa pengendara/penumpang akan selamat dari kecelakaan atau tidak mengalami cedera atau mengakibatkan kematian. Oleh sebab itu, dalam hal ini diperlukan adanya tanggung jawab setiap pengemudi dalam berlalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor. Berdasarkan fakta yang ada, diketahui bahwa pada saat kecelakaan Anak Penggugat mengalami luka di daerah dada akibat tusukan besi pagar pembatas jalan yang tertabrak oleh Mobil. Dalam hal ini, SRS Airbag didesain untuk mengurangi cidera akibat benturan pengemudi dengan setir, dan sejak awal tidak diperuntukan untuk melindungi pengemudi dari tusukan benda tajam dari luar, seperti yang dialami oleh Anak Penggugat. Lebih lanjut, berdasarkan Surat Keterangan Tanda Bukti Lapor Kecelakaan Lalu Lintas No. Reg Laporan: 644/SK/XI/2012/Dit Lantas, kecelakaan terjadi pada 29 Oktober 2012 sekitar jam 01.50 WIB karena pengemudi kurang konsentrasi sehingga mobil oleng ke kanan lalu menabrak pagar pembatas jalan dan menyeberang ke arah sisi jalan yang berlawanan kemudian menabrak pilar Rumah Makan Padang Karya Minang.

 

4. Ganti Kerugian yang Dituntut Penggugat Tidak Berdasar, karena Tidak ada Hubungan Sebab Akibat Antara Kerugian Penggugat dengan SRS Airbag yang Tidak Mengembang

 

Berdasarkan fakta bahwa SRS Airbag pada Mobil Honda City tidak mengalami cacat produksi, kecelakaan yang dialami tidak memenuhi kondisi atau prasyarat untuk mengembangnya SRS Airbag, serta kerugian yang dialami Penggugat tidak diakibatkan oleh SRS Airbag yang tidak mengembang, maka tidak ada kewajiban dari Honda untuk memenuhi tuntutan Penggugat. Meskipun demikian, Honda telah beritikad baik dengan melakukan mediasi bahkan jauh sebelum persidangan dimulai kepada pihak Penggugat. Namun mediasi tersebut tidak mencapai kesepakatan karena Penggugat meminta Honda untuk membayar ganti rugi dengan total sekitar Rp. 56 milyar, yang termasuk di dalamnya sebesar USD 552,250 untuk mengganti biaya hidup Anak Penggugat selama 8 tahun menempuh pendidikan di luar negeri serta biaya imateriil senilai Rp. 50 milyar. Tuntutan tersebut tidak berdasar karena tidak ada sangkut pautnya dengan Tergugat dan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 19 ayat (2) UU Perlindungan Konsumen yang menyatakan pada intinya: ganti rugi yang dapat dibebankan kepada Pelaku Usaha hanyalah ganti rugi berupa pengembalian uang, penggantian barang yang sejenis atau setara nilainya atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan. Berdasarkan uraian-uraian dan alasan-alasan hukum di atas, Honda telah mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim agar gugatan tersebut ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima.

Itulah jawaban Honda dari permasalahan tersebut, percayakan teknologi mobil anda kepada Honda karena kami telah puluhan tahun
berkecimpung dalam dunia mobil dan menjadi leader di berbagai jenis mobil , yuk beli mobil Honda anda bersama kami Honda Jogja sekarang juga
Sumber : www.honda-indonesia.com

Mobil Terbaru

Best Seller
Best Seller

Related Article Honda Menjawab Gugatan Kasus Kecelakaan Honda City B 61 GIT

Tuesday 10 March 2015 | Info

Sebuah mesin mobil membutuhkan oil (oli) agar dapat melumasi setiap selahnya sehingga bagian – bagianya akan berjalan lancar. Untuk menghasilkan kinerja yang optimal , guna…

Tuesday 24 November 2015 | Info

Cross Traffic Assist yaitu kamera dan sensor suara yang menempel di mobil untuk memandu anda saat mobil melakukkan gerakan mundur , ibarat punya tukang parkir…

Wednesday 17 December 2014 | Info

Bulan November 2014 sebuah pencapain yang luar biasa bagi Honda , Honda pada bulan tersebut berhasil mencatat total penjualan 12.418 unit di seluruh Nusantara ini.…