Slider

Review Honda

SUV

Sedan

2 Rows

3 Rows

Premium

News

» » » » Honda BRIO




Honda Brio didatangkan utuh (CBU) dari Thailand oleh Honda Prospect Motor 2012 silam. Mesinnya 1,3-liter kala itu, dengan pilihan transmisi manual dan otomatis. Tahun 2014, Honda memutuskan merakitnya secara local (CKD) dan mulai bermain dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC) melalui senjata adalannya, Brio Satya. Mesin L13 diganti L12 yang sedikit lebih kecil kapasitas dengan fitur juga sedikit lebih lengkap dari versi CBU.

Di tengah kompetisi berat antar sesama LCGC, Satya mampu menunjukkan berbagai keunggulan. Mulai dari mesin terbesar (1,2-liter 4-silinder), performa terbaik, impresi berkendara paling menyenangkan dan tak kalah irit dari para pesaingnya bermesin 3-silinder. Namun sayang, tidak ada opsi transmisi otomatis untuk Satya saat itu.

Perubahan penting pun dilakukan Honda untuk seluruh varian Honda Brio, tepatnya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016. Penyegaran bagian wajah diikuti penggantian desain dasbor sama seperti milik Mobilio. Paling signifikan, penggunaan CVT sebagai pilihan menggantikan transmisi otomatis konvensional. Tidak ada lagi varian Brio bermesin 1,3-liter, sehingga konsumen harus menerima pilihan satu mesin 1,2-liter saja. Untuk Brio non-LCGC, namanya berubah menjadi Brio RS dengan tampilan lebih sporty.

Brio RS terdiri dua varian, tipe transmisi manual dan CVT. Perbedaan dengan Brio LCGC atau Satya tidaklah banyak. Dari sisi mekanis, bahkan tidak ada beda sama sekali. Sama-sama menggendong mesin L12B 4-silinder 1,2-liter dan transmisi manual maupun CVT. Honda hanya membedakan RS dengan memberi setelan suspensi lebih keras agar pengendalian semakin baik. Tampilan dibedakan headlamp projector, side skirt dan garnish di kaca belakang. Penggunaan pelek ring 15-inci dengan ban 185/55 lebih besar dari Satya yang hanya berukuran 175/65 R14.

Di ajang GIIAS 2017, Honda memberikan sedikit perubahan pada BRio RS bertransmisi CVT, dengan menambahkan garnish di bagian bawah depan dan belakang. Untuk membedakan lebih lanjut, mobil ini tersedia dalam pilihan warna Phoenix Orange Pearl. Kelir ini terinspirasi dari warna Honda Jazz terbaru. Selain itu, namanya pun ditambahkan menjadi Honda Brio RS Special Edition.

Dan yang menarik, HondaBrio ternyata masih memanen penjualan yang tinggi sepanjang tahun 2017 ini. Baik itu untuk LCGC Brio Satya, maupun Brio RS yang lebih mahal. 

Interior & Fitur
Penyegaran tahun lalu, turut mengubah desain dasbor Brio sama seperti Mobilio dan BR-V. Secara kualitas mengalami peningkatan dari model sebelumnya. Tapi plastik kasar dan tipis, tak menutup kesan murahan. Warna hitam mendominasi kabin Brio RS. Sementara Brio Satya, memadukan hitam di dasbor dan beige di jok.

Posisi mengemudi Brio paling mantap bila dibandingkan dengan LCGC lain. Meski model headrestnya menyatu, tidak terlalu mengganggu, posisi bahu, punggung hingga paha dapat tersangga dengan baik. Kelegaan kabin cukup mengejutkan bila melihat sosoknya yang mungil. Ruang kaki dan kepala cukup berlimpah untuk semua penumpang, walau harus mengorbankan bagasi yang teramat kecil. Untuk berkendara dalam kota yang tidak membutuhkan bawa barang banyak, tidak menjadi masalah sama sekali.

Eksterior
Desain wajah lebih mudah diterima karena mencerminkan karakter sporty dan dinamis, apalagi setelah bemper depan berganti dengan model seperti bemper Mobilio. Dimensi Brio sangat kompak dan cocok sekali menyelinap di tengah kepadatan lalu lintas.

Pengendalian & Pengendaraan
Bantingan Honda terkenal keras tapi stabil. Image yang terbangun tentang karakter suspensi Honda dapat juga dirasakan di Brio. Tidak terlampau kaku, per dan shock absorber masih memberikan rebound yang wajar. Konstruksi suspensi tergolong umum yaitu, MacPherson Strut di depan dan torsion beam di belakang. Pergerakan kemudi diikuti respon cepat roda untuk menghasilkan kelincahan yang mengasyikkan. Tapi harap hati-hati saat melewati jalanan rusak. Karena ground clearance pendek, kerap membuat kolong mobil beradu dengan permukaan jalan.

Mesin & Konsumsi BBM
Seluruh varian Brio dibekali mesin sama, L12 4-silinder 1,2-liter. Tenaga 90 PS dan torsi 110 Nm terbilang sangat cukup untuk pemakaian dalam kota. Sekarang sudah dipasangkan dengan transmisi otomatis CVT, yang memberikan kehalusan berkendara dan efisiensi bahan bakar lebih baik. Layaknya mesin berkapasitas kecil, terasa kekosongan tenaga di putaran rendah. Tenaganya baru terasa mulai dari 2.000 rpm hingga menjelang torsi puncak di 4.800 rpm.

Rasio CVT yang berubah-ubah, menjamin putaran mesin sesuai dengan rasio gigi yang tepat. Itulah mengapa perpindahan giginya tidak terasa. Konsumsi bahan bakar hasil dari pengujian kami mencapai 13,1 km/liter untuk rute dalam kota yang lumayan padat. Sedangkan pengujian luar kota didapat angka 23,8 km/liter.

Pengereman
Sistem rem ABS baru ada di Brio Satya tipe E CVT hingga Brio RS. Satya tipe S dan E M/T belum dilengkapi sistem ini, melainkan hanya berpaku pada dua airbag saja. Untuk mengurangi resiko kemalingan, sudah ada immobilizer dan alarm. Sebagai mobil yang masuk kategori murah, fitur keselamatan tergolong cukup dan sesuai apa yang dibutuhkan.

MESIN



Brio Satya S
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm


Brio Satya E
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm


Brio Satya E CVT
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm


Brio RS
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm



Brio RS CVT
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum
110Nm / 4.800rpm



Brio RS CVT Special Edition
-
Tipe
1.2 L SOHC 4 Silinder Segaris, 16 Katup i-VTEC + DBW
Sistem Suplai Bahan Bakar
PGM-FI
Diameter x Langkah
73,0mm x 71,6mm
Isi Silinder
1199
Perbandingan Kompresi
10,1:1
Daya Maksimum
90PS / 6.000rpm
Momen Puntir Maksimum



GALERI





INFORMASI PENJUALAN HUBUNGI :


Honda Mobil Jogja

TITO

Marketing Executive Honda Tugu Jogja





Pin BB : 2AEA9117

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama